Situasi dan kondisi dunia industri yang semakin berubah menuju industri ramah lingkungan dan berkelanjutan, pada gilirannya membuat para pelaku usaha tekstil Indonesia dan para stake holders terkait, pun bergegas menyesuaikan diri. Dalam konteks inilah, perkumpulan “Rantai Tekstil Lestari” (RTL), hadir.  RTL merupakan perkumpulan yang mewadahi perusahaan, masyarakat madani, universitas, dan pemangku kepentingan lainnya yang relevan dengan rantai nilai industri tekstil dan produk tekstil, utamanya fesyen, dengan keprihatinan yang sama terhadap isu keberlanjutan (sustainability).

Perlu diketahui bahwa selama 2018, di bawah naungan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, para pemangku kepentingan industri fesyen Indonesia sebenarnya telah bekerja untuk mengidentifikasi cara-cara agar industri tekstil, pakaian, dan mode dapat bergerak menuju komitmen holistik terhadap isu-isu perubahan iklim. Ada kebutuhan untuk memenuhi permintaan internasional pada generasi baru fashion atas tanggung jawab lingkungan.

Terkait dengan hal itu, maka Partnership – ID (P-ID) bersama dengan beberapa pihak yang memang merupakan kliennya terlibat dalam dialog yang intens guna menumbuhkan komitmen di kalangan industri tekstil dan produk tekstil terhadap isu sustainability. Sesuai dengan bidangnya P-ID lalu bergerak memfasilitasi tumbuhnya kemitraan di antara pelaku industri plus pemangku kepentingan lain yang peduli pada isu sustainability. PID kemudian membuat Forum Diskusi Rajut, melibatkan bukan hanya pelaku industri tekstil, tetapi juga LSM yang seide seperti Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Yayasan Keaneka Ragaman Hayati (KEHATI). 

Dari “Forum Diskusi Rajut”, PID juga memfasilitasi pertemuan sejumlah pihak yang kemudian menjadi penggagas perkumpulan yang peduli pada isu keberlanjutan di kalangan dunia tekstil. Terkumpulah 11 pihak pada awalnya, namun 2 lembaga mengundurkan diri. Sehingga akhirnya pada saat keputusan mendirikan Perkumpulan “Rantai Tekstil Lestari” diambil, yang tetap berkomitmen dan menjadi anggota pendiri/penggagas, adalah 9 pihak (7 perusahaan dan 2 lembaga nonprofit [LSM]) yang menandatangani kesepakatan lebih lanjut.

Terkait dengan hal itu, Partnership – ID (P-ID) bersama beberapa pihak yang merupakan kliennya lalu terlibat dalam diskusi intens guna menumbuhkan komitmen di kalangan industri tekstil dan produk tekstil terhadap isu sustainability. Sesuai dengan bidangnya P-ID lalu bergerak memfasilitasi tumbuhnya kemitraan di antara pelaku industri plus pemangku kepentingan lain yang peduli pada isu sustainability. P-ID kemudian membentuk Forum Diskusi Rajut, yang melibatkan bukan hanya para pelaku industri tekstil, tetapi juga LSM yang seide seperti Yayasan “Inisiatif Dagang Hijau” (IDH) dan Yayasan “Keaneka Ragaman Hayati” (KEHATI). 

Begitu terbentuk, “Forum Diskusi Rajut” menggelar serangkaian pertemuan berbentuk round table discussion di sepanjang tahun 2020. Dalam pertemuan-pertemuan itu, “Forum Diskusi Rajut” berhasil menggalang para pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta praktik-praktik baik dalam isu sustainability, sambil memformulasikan ketahanan industri tekstil dan fesyen di masa depan, serta membangun landasan kolaborasi untuk implementasi tindakan bersama.

Isu dan gagasan semakin mengerucut, kesamaan pandangan makin tercapai, sehingga pada saat pertemuan ke – 4 di tanggal 12 Januari 2021, para penggagas atau anggota pendiri secara resmi mendirikan Perkumpulan “Rantai Tekstil Lestari”. Mereka adalah:

  • PT Asia Pacific Fiber, Tbk.
  • Asia Pacific Rayon
  • Busana Apparel Group
  • H&M
  • Yayasan Inisiatif Dagang Hijau
  • Yayasan KEHATI
  • PT South Pacific Viscose Lenzing
  • PT Pan Brothers, Tbk.
  • PT Sri Rejeki Isman, Tbk.

Visi dari “Rantai Tekstil Lestari” adalah menggalang industri tekstil dan fesyen Indonesia yang terintegrasi serta mendukung kolaborasi inklusif dan inovatif dalam mencari solusi bagi peningkatan sustainability ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sedangkan misi yang diusung adalah menggalang semua pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi pada industri tekstil dan fesyen Indonesia demi pertumbuhan serta manfaat bagi manusia dan bumi.

Secara lebih gamblang, Perkumpulan “Rantai Tekstil Lestari” bertujuan untuk:

  • Membangun perilaku konsumen industri tekstil dan fesyen Indonesia yang peduli lingkungan;
  • Mempromosikan praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di sepanjang rantai nilai industri tekstil dan fesyen;
  • Menggalang kolaborasi di kalangan pelaku industri tekstil dan fesyen serta pemangku kepentingan lainnya; serta
  • Terus mengembangkan kapasitas dan pengetahuan dalam praktik-praktik yang bertanggung jawab dan berkesinambungan.

Ke depannya, forum diskusi akan menjadi kegiatan penting yang disebut “Forum Rantai Tekstil Lestari” yang akan diselenggarakan setiap triwulan untuk menggalang gerakan bagi para pemangku kepentingan di industri tekstil dan fesyen yang peduli pada serta mendorong isu-isu sustainability. (ag/tip).

Tags: