Bagian Kedua

Oleh Asep Saefuddin

Rektor Universitas Trilogi

Ekonomi global saling terkait sangat erat, dimana perusahaan, pemerintah dan industri segera diharuskan untuk bekerjasama. Karakteristik pembangunan berkelanjutan merupakan pilihan tepat untuk mengantisipasi perubahan tersebut, karena mempertimbangkan aspek ekonomi, ekologis dan sosial. Haris (2000) dalam Fauzi (2004) memandang bahwa konsep keberlanjutan dapat didefinisikan sebagai berikut :

Sementara itu, konsep Ekonomi Biru mengundang komunitas global untuk merubah bagaimana pengelolaan sumberdaya alam secara optimal, berkelanjutan dan dengan cara yang bijaksana. Esensi Ekonomi Biru (Pauli, 2010) adalah :

Pembelajaran dari alam dalam hal ini adalah bekerja sesuai dengan apa yang telah disediakan oleh alam secara efisien tanpa mengurangi bahkan memperkaya sumberdaya alam tersebut (perubahan dari kelangkaan menuju kelimpahan, from scarcity to abundance).

Bagaimana ekosistem dimodelkan dalam Ekonomi Biru, misalnya seperti aliran air dari pegunungan yang membawa unsur hara dan energi untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan untuk seluruh komponen ekosistem. Hal lainnya adalah bagaimana limbah dari sesuatu dapat menjadi makanan untuk mahluk lainnya, limbah dari suatu proses menjadi bahan mentah atau sumber energi untuk proses lainnya.

Saat ini telah dikumpulkan 100 inovasi ekonomi praktis yang menginspirasi Ekonomi Biru dengan model sistem kerja ekosistem. Ekosistem selalu bekerja dari tingkat efisiensi tertinggi untuk aliran unsur hara dan energi tanpa buangan emisi dan limbah, agar dapat memenuhi kebutuhan dasar seluruh komponennya.

Ekonomi Biru telah diusulkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah sektor Kelautan dan Perikanan tahun 2013 sampai 2025. Ekonomi Biru sebagai pengarusutamaan pembangunan nasional mengintegrasikan pembangunan ekonomi berbasis darat dan laut secara berkelanjutan. Ekonomi biru akan berlanjut mendorong stakeholder, pemerintah, bisnis, perguruan tinggi dan masyarakat untuk terus menerus mengeksplorasi peluang aplikasi Ekonomi Biru dan strategi operasional dalam proses industrialisasi bidang Kelautan dan Perikanan.

Ekonomi Biru memerlukan aplikasi pengetahuan dan dukungan teknologi. Pelaksanaannya dalam bidang Kelautan dan Perikanan membutuhkan inovasi tepat guna, yang tidak hanya mampu untuk memanfaatkan sumberdaya alam secara berkelanjutan, tetapi juga lebih nyata dalam inovasi sistem produksi.