30 November 2021

Kegiatan “Temu Kolaborasi” Universitas Cendrawasih (Uncen)  merupakan program yang menjadi sebuah platform kemitraan antar pihak dengan Uncen sebagai hub berbagai pihak yang berkepentingan guna mempercepat pembangunan Papua dengan berbagai pendekatan akademik dan didukung hasil-hasil riset terkait. Partnership-ID menjadi pihak yang secara konsisten mendampingi Uncen menempuh langkah-langkah strategis tersebut, termasuk pada Temu Kolaborasi seri ke-3 kali ini. Kami menampilkan urutan kegiatan dari persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi guna mendapatkan gambaran yang lebih utuh dari pelaksanaan kegiatan ini.

Fase Persiapan

Sejak tanggal 3 November 2021, tim PID sudah mendiskusikan konten yang akan diajukan untuk acara “Temu Kolaborasi 3”. Pada 12 November 2021, setelah mendapatkan respon persetujuan dari Rektor UNCEN, tim PID mulai mempersiapkan draft awal Kerangka Acuan Kegiatan/TOR acara Temu Kolaborasi 3 berdasarkan masukan awal baik dari pihak UNCEN maupun PTFI (Freeport Indonesia).

Pada tanggal 21 November 2021, draft TOR disampaikan kepada tim Humas UNCEN dan pada tanggal 22 November 2021, draft surat undangan kepada peserta dan pembicara disampaikan juga kepada tim Humas UNCEN. 25 November 2021, tim Humas UNCEN menyampaikan surat undangan peserta dan juga surat undangan kepada pembicara.

28 November 2021, tim dari Partnership-ID, Kemal Soeriawidjaja dan Moh Fahmi, tiba di Jayapura. Diskusi singkat menghasilkan usulan diadakannya “Forum Pembangunan Papua” sebagai kelanjutan dari Temu Kolaborasi. Pada 29 November 2021, tim PID melakukan rapat kerja dengan Tim Humas UNCEN untuk membahas persiapan detail acara “Temu Kolaborasi 3”.

Hari yang sama, pada pertemuan dengan Rektor UNCEN, Dr. Ir. Apolo Safanpo,S.T.,MT., dilaporkan persiapan “Temu Kolaborasi 3”, sambal mengusulkan penyelenggaraan “Forum Pembangunan Papua”, dimana beliau memberikan persetujuan secara informal, dan ketiga, rencana liputan dengan Harian Kompas, dimana ikut hadir pada pertemuan rekan-rekan yang mewakili tim Corporate Corporation PTFI dan Haryo Darmandono, jurnalis Harian “Kompas”. Disusul kemudian, diskusi dengan Arnold Kayame, VP Community Relations PTFI, didampingi Kerry Yarangga, Manager External Affairs PTFI mengenai persiapan diskusi pada Temu Kolaborasi 3.

30 November 2021, dilakukan diskusi sebelum acara dimulai. PID memberikan arahan terkait konten diskusi kepada moderator acara, Meyland Wambrauw, SIP, M.Si, serta para pembicara kunci dan narasumber yang sudah hadir yaitu Rektor UNCEN yang akan memberikan sambutan pembukaan, Arnold Kayame sebagai narasumber, Verra A.P. Wanda, ST, M.Si, Kepala Bidang Pengendalian Bappeda Provinsi Papua sebagai narasumber, serta Rudy S, Bagian Hubungan Kelembagaan, Bank Mandiri wilayah Papua.

Pelaksanaan Temu Kolaborasi 3.

Acara dihadiri oleh para undangan baik secara tatap muka (offline) maupun secara daring (online). Sebanyak 56 orang memenuhi ruang auditorium yang merupakan tempat pelaksanaan acara serta 19 orang bergabung secara daring, semuanya merupakan perwakilan dari komunitas akademik UNCEN maupun dari perguruan tinggi yang lain, perwakilan dari sektor swasta, organisasi filantropi dan kemasyarakatan yang merupakan mitra dari UNCEN, termasuk juga dari media massa (Harian Kompas).

Sambutan yang dibawakan oleh Rektor UNCEN, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT, yang menyampaikan bahwa temu kolaborasi sebagaimana istilah market place yang digunakan sebelumnya, adalah sebuah tempat dimana terjadi pertukaran ide dan gagasan, terutama ide dan gagasan yang dapat digunakan sebagai bahan kerjasama antar pihak untuk melakukan pembangunan di Papua, dan UNCEN diposisikan menjadi sentra dari pertemuan ide dan gagasan tersebut.

Dengan dimoderatori oleh Meyland Wambrauw, SIP, M.Si, diskusi berlanjut. Kesempatan pertama diberikan kepada Arnold Kayame, VP Community Relations PTFI, menyampaikan bahwa Uncen sudah memiliki kompetensi untuk dapat menjadi sentra kemitraan dan pengetahuan di Papua. Disampaikan bahwa UNCEN, sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi tertua di Papua, memahami konteks pembangunan sesuai dengan lingkungan dan manusia yang bekerja di bumi Papua.

Pembicara kedua adalah Verra AP Wanda, ST, M.Si, Kepala Bidang Pengendalian Bappeda Provinsi Papua yang menyampaikan, diluar materi presentasinya, bahwa temu kolaborasi seperti ini penting dalam konteks pembangunan ekonomi Papua yang saat ini baru dalam tahap ‘tanam dan petik lalu jual’, sehingga nilai tambah yang tercipta sedikit. Beliau percaya forum ini dapat mempertemukan para pihak yang dapat membantu aneka kepentingan agar dapat melakukan pengolahan, sehingga produk pertanian dan peternakan (dan pertambangan) dapat diolah di tanah Papua untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar lagi.

Pembicara ketiga adalah Rusdy S, Bagian Hubungan Kelembagaan, Bank Mandiri wilayah Papua, yang menyampaikan kerjasama yang sudah dilakukan selama ini antara Bank Mandiri dengan UNCEN. Sedangkan pembicara terakhir, Darwis Limoa, ST, Digital Lifestyle & Direct Sales Regional Maluku dan Papua Telkomsel, juga menyampaikan berbagai bentuk kerjasama yang terjalin selama ini dengan UNCEN dan potensi kerjasama ke depan.

Beberapa pertanyaan dan komentar datang dari berbagai pihak, baik secara luring maupun daring, yaitu dari Wakil Rektor I UNCEN, Pembantu Dekan II FEB UNCEN, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Perwakilan Bank BRI, Perwakilan Wahana Visi Indonesia, serta Wakil Rektor IV UNCEN, yang pada intinya terkait dengan peran dari UNCEN sebagai sentra kemitraan dan pengetahuan yang bisa lebih ditingkatkan, dan pada berbagai bidang (ekonomi, sosial dan lingkungan) termasuk pembinaan olahraga, kewirausahaan dan urusan terkait kesehatan/kesejahteraan ibu dan anak.

Acara ditutup dengan pesan yang disampaikan oleh Wakil Rektor I UNCEN, Dr. Onesimus Sahuleka, SH, M.Hum, yang mewakili Rektor UNCEN.

Beberapa Catatan

Dari “Temu Kolaborasi 3” ini terlihat bahwa banyak pihak yang tertarik untuk melanjutkan kerjasama dengan UNCEN atau membuat kerjasama baru untuk program-program lain, baik dari pemerintah maupun sektor swasta.

Adanya potensi dari pihak luar UNCEN, terutama dari sektor swasta selain PTFI, yang dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan “Temu Kolaborasi” lanjutan kedepannya.

Dalam diskusi lanjutan, baik dengan Rektor, bu Verra dan Pak John dari Bappeda, serta Pak Arnold dan Pak Kerry dari PTFI, didapatkan juga beberapa poin:

Ide mengadakan “Forum Pembangunan Papua”, sebagai showcase  dari para aktor pembangunan Papua secara evidence-based, diterima secara positif.

Dukungan PTFI terhadap penyusunan Rencana Aksi Daerah TPB di tingkat kabupaten dapat dilanjutkan ke tingkat provinsi dengan pemikiran adanya kesinambungan proses pengukuran dan pelaporan antara tingkat kabupaten dengan provinsi, sehingga pada akhirnya laporan pencapaian TPB di tingkat kabupaten akan menjadi bagian dari laporan provinsi ke pusat atau ke level nasional. 

Beberapa usulan tindak lanjut:

Evaluasi atas pelaksanaan “Temu Kolaborasi 3” dengan Wakil Rektor IV dan tim Humas UNCEN, adalah lebih mendorong inisiatif pihak humas Uncen sebagai bagian dari membangun kemandirian, sehingga dapat melaksanakan kegiatan temu kolaborasi secara mandiri (independen) dan berkelanjutan.

Pematangan ide/gagasan pelaksanaan “Forum Pembangunan Papua” dengan UNCEN dan Bappeda Provinsi Papua, seraya melihat kelayakan (feasibility) serta tantangan dan resikonya. Kelayakan dapat dilihat dari sisi political will, ketersediaan sumberdaya, maupun manfaat bagi para pelaksana.

Membangun koordinasi dan komunikasi yang lebih baik antara Bappeda Provinsi Papua dengan Bappeda Kabupaten Mimika dalam mensinergikan pelaksanaan kegiatan dan pengukuran capaian TPB yang dituangkan pada masing-masing rencana aksi daerah. Secara informal, kegiatan koordinasi ini diagendakan pada bulan Januari 2022.

Penutup

Pada 1 Desember 2021, tim PID melakukan evaluasi singkat pelaksanaan “Temu Kolaborasi 3” secara informal bersama dengan Wakil Rektor IV, Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos, M.Sos. Diskusi juga berlanjut dengan John Boekorsjom, pejabat fungsional Bappeda Provinsi Papua, yang merupakan penggagas Rencana Aksi Daerah (RAD) TPB Provinsi Papua. Saat itu kami membahas 2 hal.

Pertama, kaitan RAD TPB Provinsi Papua dengan Kabupaten Mimika serta bagaimana Bappeda Provinsi dapat memiliki alat pengukuran pencapaian TPB di provinisi yang dapat digunakan juga di tingkat kabupaten serta bagaimana hubungan antara sekretariat TPB di provinsi dan kabupaten/kota dapat berkoordinasi dengan baik dalam proses pengukuran dan pelaporan TPB; Kedua, menilai potensi dilakukannya kegiatan “Forum Pembangunan Papua” pada bulan November 2022, oleh UNCEN bersama dengan Bappeda Provinsi Papua.

“Forum Pembangunan Papua” (FPP) merupakan cetusan pemikiran Partnership-ID dengan merujuk pada kesuksesan “Forum Kemitraan” bersama Uncen dan juga “Forum Pembangunan Indonesia” yang secara berkala digelar oleh Bappenas. Dalam bayangan Kemal Surjawidjaja, co-founder Partnership-ID yang bertugas mengawal proses kerjasama di Papua, FPP akan menjadi etalase bagi Papua untuk menunjukkan kinerja hasil-hasil pembangunan mereka kepada dunia luar. Betapa pun, begitu banyak pihak yang telah berkontribusi bagi pembangunan Papua, dan lewat FPB itulah, berbagai progress yang evidence based dalam pembangunan Papua, akan digelar dan dipertunjukkan kepada publik. Uncen dan Freeport diharapkan dapat menjadi penghela kegiatan tersebut, berdasarkan pengalaman selama ini.   
Open chat