Kegiatan Partnership Academy yang berlangsung antara 15 – 26 Maret 2021 membawa kesan tersendiri bagi para peserta. Pada umumnya mereka merasakan sejumlah parameter yang merata: dari keterbukaan pandangan yang semakin meluas hingga perlunya melanjutkan sesi pelatihan serupa dengan tema-tema yang lebih spesifik dan lebih dalam, hingga menghadirkan narasumber tambahan dari kalangan mitra-mitra lainnya. Sejauh yang terungkap, secara umum, kehadiran Partnership Academy ini dianggap sebagai momentum yang dinantikan dalam perkembangan wacana partnership brokering yang selama ini telah dilakoni oleh sebagian besar peserta. Kami merangkum beberapa pendapat mereka, dan berikut kutipannya.

 

“…Saya sangat bersyukur dan bangga karena ikut terlibat dalam pelatihan ini, bisa banyak belajar dari para  narasumber yang luar biasa dan  juga belajar dari  pengalaman lembaga lain. Terima kasih para narasumber dan panitia panyelenggara Program Partnership Academy!  Selama  6 sesi pelatihan saya telah mendapatkan begitu banyak ilmu,  terutama mengenai bagaimana membangun kemitraan dengan pihak swasta… dimana  lembaga kami banyak bermitra dengan perusahaan dan mitra lokal untuk program-programnya.  Selain itu pelatihan ini juga memotivasi saya untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri saya untuk dapat lebih bermanfaat bagi diri sendiri, lembaga dan masyarakat pada umumnya….” Wikan Mardi Astuti, MPd, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI).

“… Saya adalah salah satu yang beruntung mendapat kesempatan untuk menghadiri pelatihan tentang kemitraan yang diadakan 6x pertemuan secara daring oleh Partnership. Pelatihan Kemitraan ini benar-benar luar biasa dan saya  menikmati setiap momennya. Isinya sangat informatif dan sangat aplikatif dan pasti bermanfaat bagi organisasi….

“….Terima kasih sudah melakukan pekerjaan luar biasa dan saya menghargai para narsum yaitu bu Erna Witoelar, mbak Yanti dan mas Kemal yang mampu menyampaikan materi rumit dengan membumi. Saya pasti akan merekomendasikan pelatihan ini kepada semua kolega dan teman saya. Saya sendiri ingin sekali menghadiri pelatihan mendatang yang diselenggarakan Partnership….” Wida Septarina, ketua Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Foodbank of Indonesia)

….Setelah mengikuti Partnership Academy ini, saya baru menyadari bahwa ternyata (selama ini) saya telah menjadi seorang partnership broker, namun tanpa disertai metode yang sistematis. Dengan mengikuti Partnership Academy, saya diajarkan bagaimana melakukan alur proses kemitraan yang sistematis dan terstruktur, termasuk bagaimana menemukan jalan keluar bila terjadi masalah/problem dalam melakukan kemitraan…”

“…Kegiatan Partnership Academy penting untuk terus dilanjutkan dan diperluas khususnya bagi kelompok CSO (civil society organization, Lembaga swadaya masyarakat. Peny). Ini dikarenakan tipologi kemitraan CSO di Indonesia pada umumnya masih mengandalkan koalisi sesama CSO. Dengan membuka pandangan bahwa kemitraan antara CSO dan private sector sangat mungkin dilakukan, maka kemitraan multipihak tidak hanya dapat menjadi opsi cara advokasi, tetapi juga opsi fund raising dan keberlanjutan lembaga…” (Bona Tua PP, INFID (International NGO Forum on Indonesia Development)

Novita Irawati, SOS Children’s Village Indonesia

“…Tim pencetus  Partnership Academy dan semua pihak yang terlibat didalamnya adalah mereka yang merindukan dunia yang lebih baik dari segala aspek, tidak ragu memakai kesempatan dalam situasi yang challenging, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dan menggandeng praktisi dan akademisi yang ahli dalam bidangnya membagikan ilmunya, berdiskusi dan membuka wawasan bagi para peserta yang datang dari berbagai LSM dan NGO dengan fokus program yang berbeda. Salut kepada semua tim PA….”

“…. Partnership Academy (kiranya) dapat terus berkembang dan menggandeng lebih banyak lagi mitra terutama dari pihak swasta yang siap membuka diri untuk membangun kemitraan baru dengan para LSM dan NGO peserta. Edukasi, wawasan dan pengalaman dari semua peserta menjadi bekal, nafas baru dan juga referensi bagi peserta menjalin kemitraan untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama dengan mitranya di masa depan….”

Mochamad Saleh, TFCA (Tropical Forest Conservation Action) Sumatra – Yayasan KEHATI

“…Pelatihan Partnership Academy dengan narasumber dan fasilitator  praktisi kemitraan yang berpengalaman, yaitu  Ibu Erna Witoelar, Yanti Triwadiantini, Kemal Soeriawidjaja, dan Helen Sijabat telah memberikan perspektif yang mendukung sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya kemitraan dalam menjalankan program, terlebih lagi untuk program yang mencapai pada fase keempat dalam siklus kemitraan. Karena TFCA Sumatera sedang memasuki fase akhir, yang saat ini sedang menyiapkan strategi keluar/pengakhiran program (exit strategy)…”

“…. (saya memilih tema) keadilan ekonomi, karena memiliki konektivitas secara langsung dengan program yang sedang dilaksanakan, untuk membangun model bisnis konservasi yang berasal dari komoditas hasil hutan bukan kayu dari Perhutanan Sosial dan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat, melalui penerapan praktek-praktek yang berkelanjutan, perbaikan rantai nilai, serta pengembang kewirausahaan berkelanjutan. Keberhasilan program tersebut tentunya membutuhkan kemitraan multipihak. Oleh karena itu, pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini akan sangat bermanfaat dan menunjang program ini..”

******

Nah, memperhatikan beragam testimoni ini, benang merah yang dapat ditarik adalah, manfaat yang amat signifikan dari pelatihan ini, yang dirasakan oleh para peserta. Tertarik untuk mengetahui jadwal pelatihan mendatang? Atau bahkan menyelenggarakannya khusus bagi institusi Anda? Segera kontak Rita (0811 973 108) atau Ika (0816 944 732) untuk informasi lebih lanjut (tip).

Tags: