Oleh: tim Partnership-ID

Peran Strategis Stakeholder

Dalam sebuah hubungan kerjasama, apa pun bentuknya, kemampuan menjaga agar para pihak yang terlibat selalu berjalan on the track sesuai dengan kesepatan yang dicapai, menjadi hal yang amat penting. Menjadi lebih baik ketika sebagai pihak yang menginisiasi sebuah kerjasama atau lebih spesifiknya lagi, kemitraan, satu lembaga atau individu memiliki kemampuan untuk ‘mengarahkan’ para pihak yang terlibat sesuai dengan agenda dan kepentingan besar yang kita bawa. Dalam prakteknya, hal-hal di atas bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan. Diperlukan seperangkat pengetahuan dan tehnik komunikasi tertentu agar para stake holder yang terlibat mampu berjalan sesuai dengan rencana besar sebuah kerjasama atau kemitraan.  

Yanti Triwardiantini

Hal-hal semacam inilah yang dibedah tuntas dalam webinar bertajuk Stakeholder Engagement :  Strategi Mencapai Sustainable Business pada 6 Juni 2021 yang lalu. Webinar ini diselenggarakan oleh lembaga “Olah Karsa” dan Yanti Triwardiantini, founder dan CEO Partnership-ID, bertindak selaku nara sumber utama. Pengalaman Yanti selama lebih dari 25 tahun menangani berbagai program kemitraan, benar-benar menjadi acuan yang praktis, tepat guna dan bermanfaat. Terdapat 4 topik besar yang dibahas pada webinar tersebut, mulai dari bagaimana menentukan siapa-siapa saja stakeholder pada suatu perusahaan, pendekatan yang digunakan dalam stakeholder engagement, program/kegiatan dalam stakeholder engagement hingga mengatasi perselisihan/ konflik dengan stakeholder .

Menurut Imti Hanah, Chief Marketing Officer dari “Olah Karsa” , pihaknya sengaja mengangkat topik seputar penanganan para stakeholder ini, karena pihaknya memang tengah mengadakan rangkaian webinar mengenai PROPER dan salah satu poin dari Proper itu adalah mengenai stakeholder engagement. “…Stakeholder juga mempunyai peranan yang penting untuk keberlanjutan bisnis perusahaan sehingga kami dari OlahKarsa memilih judul Stakeholder Engagement: Strategi Mencapai Sustaibnable Business ini….”, tegasnya. Sementara, PROPER (Program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan) merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Itulah sebabnya, dari 56 peserta yang mengikuti webinar itu, mayoritas merupakan justru berasal dari perusahaan, sisanya berasal dari perguruan tinggi, pemerintahan dan NGO dari berbagai wilayah di Indonesia. Tercatat nama-nama institusi mulai dari PT. Pertamina, Pertagas, Arutmin Indonesia, Sinarmas hingga dinas PMD kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan, mengirimkan utusannya dalam webinar ini.

Salah satu materi webinar dari Yanti Triwardiantini

Bagi Yanti Triwardiantini, webinar ini memilik arti strategis mengingat penanganan stakeholder dalam kemitraan belum menjadi sebuah diskursus yang dipahami secara mendalam oleh para pelaku kemitraan. Padahal, lancar tidaknya sebuah kemitraan berjalan mencapai tujuan yang ditetapkan, amat tergantung pada kesediaan para stakeholder dalam menerima dan menjalankan berbagai program dalam kemitraan tersebut. Dalam pengamatannya, minat peserta yang hadir untuk belajar memahami stakeholder, nampak sangat baik. Beberapa yang hadir terlihat menikmati diskusi dan tukar fikiran yang berlangsung, “…… karena mereka sebenarnya praktisi-praktisi berpengalaman juga…”, ungkapnya. “Jadi saya menempatkan diri sebagai fasilitator…, dan bukan hanya sebagai nara sumber semata”, lanjut Yanti, yang secara khusus menimba ilmu perihal partnership pada Partnership Brokering Accreditation Scheme (PBAS) pada tahun 2009 silam.

Para peserta webinar dan narasumber

Sementara itu, tanggapan dari peserta sendiri terbilang positif. Muhammad Akbar dari PT. Arutmin Indonesia misalnya. Ia mengakui, berbagai pengalaman empirik narasumber dalam webinar ini benar-benar membuka wawasan akan pentingnya mengelola para stakeholder ke depan. Lebih lanjut, Kadek Dwi Cahya dari Politeknik Negeri Bali mengakui materi yang dibawakan terhitung luas dan komprehensif, sambil mengapresiasi keseluruhan acara yang terintegrasi secara sangat baik. Sementara Amalia Puspitasari dari KPN Group berpandangan, secara keseluruhan materi yang diberikan  sangat baik terutama bagi pemerhati/ pelaksana comdev CSR yang mungkin kurang mendalami bidang komunikasi dengan stakeholder. Apalagi, ia melihat bahwa secara aktual masih terdapat pandangan negatif antar perusahan dengan pemerintah/ stakeholder satu sama lain sehingga dari materi webinar tersebut cukup memberikan gambaran dan tantangan bagi pelaku usaha untuk dapat mencari strategi baru dalam pendekatan dan membangun relasi dengan stakeholder agar nantinya mendapat dukungan lebih baik dari stakeholder itu sendiri. Melalui webinar ini pula Amelia melihat bahwa melalui engangement ini bukan hanya menjadi acuan dalam pemenuhan ijin perusahaan/ dokumen saja, namun juga menjadi pedoman untuk tahapan kegiatan perusahaan dengan para stakeholder di sekitar perusahaan.

Mengingat pentingnya topik – topik semacam ini dalam membekali wawasan para pelaku kemitraan, Partnership-ID juga membuka diri terhadap para pihak yang ingin mendapatkan pelatihan seputar tema-tema di atas. Anda dapat menghubungi Ita (0816 944 732) atau Rita (0811 973 108) dari Partnership-ID untuk informasi selanjutnya. (tip).